Blog ilmu bayoe ini tempat berbagi informasi seputar farmasi, kesehatan, dan lain-lain

Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

DOSA YANG DITANGGUNG OLEH LAKI-LAKI


Lelaki bujang menanggung dosa sendiri apabila sudah baligh..sedangkan dosa anak gadis ditanggung pula oleh bapaknya..

Lelaki yang menikah menanggung dosa sendiri..dosa istri..dosa anak perempuan yang belum kawin dan dosa anak lelaki yang belum baligh...

Hukum menjelaskan..anak lelaki bertanggung jawab pada ibunya..dan sekiranya dia tidak menjalankan tanggung jawabnya maka dosa baginya terutama anak lelaki yang paling tua..manakala perempuan tidak...perempuan hanya perlu taat kepada suaminya...

Istri yang berbuat baik mendapat pahala..kalau berbuat tak baik dosanya ditanggung pula oleh suaminya...

Suami wajib memberi nafkah pada istri..tapi istri tidak...

Walaupun begitu istri boleh membantu...Tak layak bagi suami bertanya pendapatan istri lebih-lebih lagi menggunakan pendapatan istri tanpa izin..

Diakhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung jawabkan terhadap 4 wanita ini Istrinya..Ibunya..Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya...

Banyak lagi yang harus ditanggung oleh lelaki, lebih-lebih lagi yang bergelar suami.. Kalau dibayangkan beratnya dosa-dosa yang ditanggungnya seperti gunung dengan semut..

Itu sebabnya mengikut kajian..nyawa orang perempuan lebih panjang daripada lelaki.. Lelaki mati cepat karena tak tahan dengan beratnya dosa-dosa yang ditanggung..

DOSA YANG DITANGGUNG OLEH LAKI-LAKI
Kita sebagai insan takkan dapat lari dari Qadha dan Qadhar dari Allah..

Nyawa dan jasad ini hanya dipinjamkan oleh-Nya...Suatu hari nanti pasti kita akan kembali menghadap yang Esa...

Kita sendiri tidak tahu apakah nasib kita di akhirat kelak...Apakah yang bakal kita hadapi bila kita ditanya oleh kedua Malaikat...
Semuanya kuasa Allah..

Kita berserah kepada-Nya dan semoga “perjalanan” kita ke “sana” akan diterangi dengan cahaya-Nya…INSYAALLaH…



Nb:
Note diatas untuk jawaban bagi sahabat BERANDA KITA yang kurang puas dengan penjelasan Status
''AKU TERIMA NIKAHYA .... BINTI ......
DENGAN MAS KAWIN ....... TUNAI..!!
ARTINYA...
Saya tanggung dosa dosa ''sidia'' dari ibu bapaknya..
Apa saja dosa yang dia kerjakan...Dari Aurat hingga meninggalkan Shalat saya yang tanggung...bukan ibu bapaknya lagi..
dan Saya menanggung dosa anak anak..jika gagal dalam mendidiknya..
Saya rela masuk neraka.. 

Bertahanlah Untuk Tetap Setia

Burng betina ini tertabrak mobil karena terbang menukik terlalu rendah. Ia terkapar tak berdaya. Beberapa kali, dengan penuh cinta, sang jantan embawakan kekasihnya makanan. Lagi, ia membawakan makanan tapi sang betina telah meninggal.

Jantan itu mencoba menggerakkan tubuh pasangannya untuk memastikan apa yang terjadi. Sadar bahwa belahan hatinya telah tiada dan tak akan kembali, ia berkicau keras meratapi kepergian pasangannya, tanpa beranjak dari jasad kaku sang kekasih.

Jutaan orang di dunia menangis usai melihat rangkaian gambar yang dibidik seorang wartawan ini. Si wartawan menjual foto-foto tersebut ke salah satu korang terbesar di Prancis. Seluruh eksemplar koran tersebut  habis terjual ketika gambar-gambar ini dimuat.

Kesetiaan memang menyentuh relung hati, tak peduli siapa pelakunya. Bahkan, kisah Hachiko, anjing yang sangat setia menanti tuannya selama 10 tahun di Stasium KA Shibuya, Tokyo, sangat melegenda. Hachiko tidak tahu bahwa Profesor Ueno, tuannya, telah meninggal di kampus tempatnya mengajar. Ia terus menjemput “tuannya yang hilang” selama bertahun-tahun sampai ajalnya sendiri tiba. Patung tembaga Hachiko sekarang jadi monumen ‘kesetiaan’ di stasiun tersebut.

Kisah kesetiaan, apalagi harus berakhir dengan perpisahan, selalu membuat air mata merebak. Tapi kenapa kita harus mengambil ilustrasi hewan sebagai ‘wajah’kesetiaan ? sebab, bila dilakukan manusia, tentulah wajar. Manusia punya akal dan nurani. Sedangkan hewan, yang hanya memiliki hawa nafsu ? dari mana mereka belajar arti setia ?

Namun, disanalah masalahnya. Sesuatu yang wajar ternyata tidak otomatis mudah didapat. Kesetiaan manusia sering tercampuri oleh berbagai kepentingan untung rugi, Karena akalnya tahu untung itu enak dan rugi itu tidak enak. Keuntungan versi pikiran seringkali mengalahkan nurani. Jadilah kesetiaan semakin sulit ditemui dalam jiwa manusia kini.

Padahal orang yang sangat tidak setia sekalipun, tetap ingin diberi kesetiaan. Bahkan Allah SWT saja sangat gembira mendapati hamba-Nya yang kembali setia pada-Nya, melebihi kegembiraan seorang musafir yang menemukan kembali untanya yang hilang.

Kesetiaan cepat atau lambat akan melahirkan banyak kebaikan. Ia bisa menumbuhkan semangat, cinta, rindu, kepercayaan diri, dan loyalitas seseorang untuk kita. Bahkan kepedihan pun akan menjadi sangat agung, ketika takdir menentukan kesetiaan harus terpisahkan oleh maut.

“Bahwasanya orang-orang yang bejanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar. “ (QS. Al. Fath : 10).

Jika memang ganjaran kesetiaan begitu indah, mengapa harus sulit untuk bersikap setia ?

Bukan hn=anya bagi pasangan, orangtua yang tak pernah pamrih, perusahaan yang memberi gaji walau kerja kita tidak maksimal, negara tempat kita berpijak, bahkan Tuhan Alam Semesta menanti kesetiaan kita dengan imbalan yang tidak tanggung-tanggung yaitu kenikmatan hidup di dunia dan di akhirat.

Mari berusaha setia pada janji yang pernah di cetus, pada kebaikan prilaku yang telah kita rintis, dan pada kemuliaan ibadah yang mulai meningkat. Sehingga tak pernah akan terucap dari lisan kita,’dulu ibadahku (atau kecintaanku padanya) lebih baik dari sekarang.

“Sesungguhnya shalatku, ketaatanku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah Tuhan Semesta Alam. “(QS. Al-An’am :162)

Bertahanlah Untuk Tetap Setia

Penulis : Meutia Geumala

Jadilah Hamba Allah yang Pandai Bersyukur

Sudah banyak kenyataan yang kita lihat dengan mata kepala kita sendiri bahwa sungguh banyak sekali umat manusia yang sudah terpedaya dengan kenikmatan dunia ini. Tetapi tahukah kamu bahwa dunia ini tiada bernilai di sisi Allah SWT Sampai Rasulullah berkata :

"Seandainya dunia ini di sisi Allah punya nilai setara dengan sebelah sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum  seorang kafir seteguk air pun." (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani).

Maka kita dapat lihat di dunia ini banyak sekali orang jahat, ingkar kepada Allah SWT dan Rasul-Nya namun ia memiliki kekayaan dan jabatan yang tinggi. Sebaliknya, banyak hamba yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya tidak beroleh dunia kecuali sekedarnya. 

Mungkin kita termasuk orang yang mendapatkan dunia sekedarnya, tidak seperti yang diperoleh orang-orang sekitar kita, yang mungkin punya rumah mewah, mobil gonta-ganti, perabotan yang wah, dan jabatan yang empuk. Kekurangan yang ada pada kita dari sisi lain seharusnya tidak perlu membuat dada kita sempit sehingga kita berburuk sangka kepada Allah Yang Maha Adil.

Nabi Muhammad SAW berkata :
"Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian dan jangan melihat orang yang lebih di atas kalian. Yang demikian ini (melihat ke bawah) akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kalian.” (HR. Muslim).

Dari hadist diatas memberi suatu pelajaran bagi kita agar selalu melihat kebawah dalam perkara dunia dan jangan melihat kepada orang yang melebihinya. Karena dengan demikian akan membuatnya berkeluh kesah, sempit dada, dan tidak bersyukur dengan apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Sebaliknya dalam perkara agama/akhirat, seseorang muslim harusnya melihat keatas, kepada orang yang lebih darinya dalam beramal ketaatan, dan keshalihan an ketakwaan sehingga ia terpacu untuk terus menambah ketaatan dan amal ibadah. 
 Jadilah Hamba Allah yang Pandai Bersyukur

Rasulullah SAW telah memberikan nasihat yang akan mengobati penyakit yang mungkin ada di dalam dada, maka amalkanlah. Selalu melihat orang yang kekurangan dan lebih susah daripada kita.
Lihatlah..Allah SAW telah memberikan tempat tinggal yang menaungi kita setiap harinya walau rumah yang sederhana, maka bersyukurlah kerena masih banyak orang yang yang tidak seberuntung kita, dimana mereka terpaksa tidur di emperan toko, di kolong jembatan, dan di dalam rumah-rumah kardus.

Lihatlah dan tengoklah selalu kepada orang yang hidupnya lebih sulit daripada kita, dengan begitu kita dapat mensyukuri nikmat Allah SWT yang diberikan-NYa kepada kita.


Karakteristik Orang yang Memiliki Ambisi Akhirat

Karakteristik Orang yang Memiliki Ambisi Akhirat
Seelamat pagi para reader seluruh dunia. Semoga kita semua masih diberikan keselamatan, kesejahteraan dan rezeki oleh Allah SWT. Pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan hari minggu lalu mengenai seimbang dunia dan akhirat. Sekarang mari kita belajar apa sih karakteristik orang yang memiliki ambisi akhirat ?

1. Memiliki rasa takut dan sedih
Sekalipun mereka berharap akan rahmat Allah SWT dan taat kepada-NYa, hanya saja mereka tidak terpaku pada hal itu saja. Mereka dilanda kesedihan atas segala hal yang telah disia-siakan dan menyesali dosa yang dilakukan sekalipun hanya sepele. Mereka selalu dalam kondisi sadar dan ingat. Mereka bersedih atas kezoliman, kekerasan, keterlantaran, keterhinaan, dan semua kondisi yang dialami kaum muslimin. Dan yang paling mereka takutkan adalah buruknya akhir hidup.
Sufyan ats-Tsaury berkata,” Aku takut kalau tercatat di Lauh Mahfuzh sebagai orang yang sengsara, aku takut terampas iman ketika akan mati. “Kesedihan itu membawa mereka untuk kembali kepada Allah SWT dan menyucikan diri dari segala dosa. Mereka selalu bersedih bila melakukan suatu perbuatan dosa hingga dapat melakukan suatu kebaikan yang menghapusnya. Namun orang yang digandrung dengan dunia, semua kesedihan-kesedian dan ambisinya hanyalah demi dunia.

2. Optimal dalam beramal untuk akhirat
Kesedihan mereka karena ambisi akhirat, rasa takut dan ingat mati tidak pernah menahan tangis di rumah-rumah mereka atas diri mereka. Rasa takut mendorong mereka untuk menambah frekuensi amal shalih. Sedangkan orang yang merasa aman, tergoda dan terpedaya dengan amalannya, dikuasai oleh sifat malas dan berandai-andai serta kurang memiliki sifat wara’ karena mengandalkan pema’afan Rabb-nya semata.

3. Tersentuh dengan Pemandangan Kematian dan Selalu Mengingatnya.
Kondisi ini menyebabkan hati mereka hidup sebab mereka mengaitkan semua apa yang mereka lihat di dunia dengan akhirat. Hal yang paling menyentuh hati mereka adalah pemandangan kematian dan saat-saat sekarat. Lain halnya dengan orang-orang yang ambisinya hanya dunia dan hati mereka sudah keras, mereka tidak mau mendengar kematian disebut bahkan mereka merasa terganggu karena mengeira dapat lolos dari kematian. Al-Quran menolak anggapan orang yang berpikiran seperti ini.

Faktor-faktor yang menghalangi Perhatian terhadap akhirat

1. Mengejar Dunia adan antusias
Tidak dapat diragukan lagi bahwa sibuk dengan urusan dunia merupakan faktor paling besar yang dapat menyebabkan lemahnya persiapan untuk melakukan amalan setelah mati. Yang dicela dari hal ini bilamana kesibukan-kesibukan duniawi itu semata-mata menjadi tujuan, dicinta dan dipatuhi selain Allah SWT. 

2. Tidak Mau Mengingat Kematian dan Dasyatnya Kiamat.
Tidak pernah telintas sediktpun dipikiran orang-orang yang gandrung dengan dunia ini pemandangan akhirat, mengingat mati dan setelahnya. Hal ini membuat mereka menyianyiakan waktu dan umur. Padahal Rasulullah SAW telah memerintahkan umatnya untuk mengingat kematian dalam hadist yang diriwayatkan Tirmidzi :
Perbanyaklah oleh kalian mengingat penghancur kelezatan, yakni kematian (HR. at-Tirmidzi)

3. Terpedaya dengan kesehatan Jasmani
Diantara orang-orang yang gandrung dengan dunia ada yang terpedaya dengan kesehatan jasmani dan masa mudanya. Mereka tidak menyadari bahwa kesehatan itu hanya pinjaman dan barangkali pinjaman itu harus dikembalikan, sementara ruh masih berada di dalam jasad. Bila terpedaya dengan kesehatannya ini adalah orang yang memiliki jabatan dan kekayaan, tentu ia akan bertambah lupa akhirat dan lalai untuk meraik perbekalannya.

Menjadikan Dunia di Tangan Dan Akhirat di Hati

Ambisi dunia adalah kegelapan, sedangkan akhirat adalah cahaya dalam hati. Dunia dengan berbagai keindahan memang sangat menggiurkan dan menjanjikan, maka tak ayal orang yang lemah pondasi imannya akan terseret bahkan menjadi budaknya, semuanya demi dunia. Agar dapat lolos dari jerat ini, maka seorang Muslim hendaklah membekali dirinya dengan keimanan dan ketakwaan serta memompa dirinya agar memiliki ambisi akhirat yang sangat tinggi.
Karena, siapa saja yang ambisinya akhirat, maka ia akan selalu mengingatnya dalam setiap kondisi di dunia. Anda akan mendapatinya tidak bergembira, tidak bersedih, tidak ridha, tidak marah dan tidak berusaha, kecuali untuk akhirat. Ia akan selalu mengingat akhirat dalam mencari rezeki, berjual beli, bekerja, memberi, dan dalam semua urusannya. Siapa saja yang demikian kondisinya, maka Allah subhanahu wata’ala akan menganugrahinya tiga kenikmatan yaitu

Pertama Anugrah Persatuan

Allah SWT akan menganugrahinya ketentraman dan ketenangan, menghimpun pikirannya, mengurangi kelupaannya, menyatukan keluarganya, menambah rasa kasih antara dia dan mereka, memudahkan mereka untuknya, mempersatukan semua kerabatnya, menghindarkannya dari perpecahan dan pemutusan hubungan rahim. Dengan begitu, seluruh dunia bersatu untuknya.

Kedua Anugerah Kaya Hati

Ini merupakan nikmat yang amat besar yang dianugrahkan Allah SWT khususnya bagi hamba yang dikehendakiNya. Allah SWT berfirman, “Maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl:97). Kekayaan bukanlah segala-galanya, bahakan terkadang ada orang yang dibuat letih oleh hartanya. Sedangkan orang yang menjadikan akhirat sebagai ambisinya, kita dapati dia selalu ridho, puas diri, bahagia, ceria dan baik jiwanya. Ia tidak tamak kepada dunia dan bekerja sesuai dengan sabda Rasulullah SAW “Bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah di dalam mencari rezeki.” Yakni, berusahalah dengan usaha yang diterima, yang dibolehkan di dalam mendapatkan dunia. Janganlah seseorang menjadikannya sebagai ambisi yang menyibukkan dirinya yakni ia habiskan semua waktu untuk dunia.
Menjadikan Dunia di Tangan Dan Akhirat di Hati

Ketiga, Dunia datang dan Cinta kepadanya.

Dunia ini memang aneh, bila dikejer, ia akan lari, tetapi bila anda berpaling darinya, ia akan mengejar anda, dan ini sesuatu yang sudah terbukti. Banyak orang shalih menyebut kondisi mereka dengan dunia, “Kami sibukkan diri dengan urusan dien, lalu duniapun menyongsong kami.”
Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib r.a Berwasiat :
“Dunia akan pergi berlalu, dan akhirat akan datang, dan keduanya mempunyai anak-anak. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. Sesungguhnya pada hari ini hanya ada amal tanpa hisab (perhitungan), dan besok hanya ada hisab (perhitungan) tanpa amal.” (HR. Bukhori secara Mu’allaq).
Sebaliknya, siapa saja yang menjadikan dunia sebagai ambisinya dan segala sesuatu ia jadikan dunia, seperti ridha, marah, senang, benci, ceria, bicara, mencela dan sebagainya, maka orang yang kondisinya demikian akan diberi hukuman oleh Allah SWT dengan tiga hukuman yang disegerakan :

Pertama, Mencerai-beraikan persatuannya.

Ia akan menjadi orang yang hatinya tercerai berai, pikirannya kacau, banyak cemas terhadap urusan-urusan dunia, sekalipun hanya sepele. Harta, keluarga dan tanggungannya membuatnya terpisah, sekalipun mereka berada di hadapan matanya, sebagai akibat dari mementingkan dunia saja.

Kedua, dilanda Kefakiran

Ia tidak pernah merasa puas, sehingga membuatnya selalu berhajat di balik kesenangan dunia dan perhiasannya. Ini tentu saja membuatnya semakin letih, sedih dan cemas. Ia boros terhadap kesenangan dunia dan hal yang yang bersifat huru-hara, namun amat bakhil di dalam bersedekah dan berbuat kebajikan.

Ketiga, Dunia lari darinya.

Ia mencarnya namun dunia menjauhinya. Ia berlari mengejar dan meminum darinya seperti orang yang menimba air di laut untuk diminum, namun setiap diminum, ia semakin merasakan haus dan dahaga. Utman bin Affan r.a berkata, “ Ambisi dunia adalah kegelapan di hati, sedangkan ambisi akhirat adalah cahaya di hati.
Dalam masalah ini, manusia Pertama, orang-orang yang dikalahkan oleh ambisi akhirat sehingga mereka bekerja untuk dunia menurut kacamata akhirat dan menyadari bahwa dunia hanyalah jembatan yang membawa mereka sampai ke akhirat.
Kedua, Orang-orang yang dikalahkan oleh cinta dunia hingga akhirat terlupakan oleh mereka, dan ambisi dunia telah menyibukkan hati mereka.
Ketiga, Orang-orang yang disibukkan oleh dunia dan juga akhirat. Mereka ini adalah para pencampur-aduk urusan, dan betapa banyaknya manusia tipe seperti ini di zaman sekarang. Mereka berada dalam posisi yang tidak aman bahan dalam bahaya.

Ketika Senderos dan Kanoute Memeluk Islam

Ketika kasih sayang Allah turun kepada Hamba-Nya, tiada seorang pun dapat mencegah, apalagi menghalang-halanginya. Allah Maha Kuasa dan Maha Berkehendak melimpahkan hidayah-Nya kepada siapapun hambaNya, apapun status dan profesi hamba tersebut. Merekalah hamba-hamba yang beruntung. Diantara mereka yang beruntung itu adalah para pesepak bola dunia antara lain Philippe Sylvain Senderos dan Frederic Kanoute, kedua pemain bola yang menjadi mualaf. Berikut kisah mereka.
Philippe Sylvain Senderos
Kiprah Senderos di bidang sepak bola dunia telah mengubah kehidupannya, tidak hanya kehidupan duniawi, tapi juga ukhrawi. Walau sibuk dalam aktivitasnya sebagai pesepak bola profesional, Senderos masih mau mempelajari agama. Lulusan sarjana teologi ini sering mengkaji persoalan keagamaan, bahkan sebelumnya, Senderos juga disinyalir banyak mengkaji pelajaran agama-agama di dunia.
url
“Saya sangat tertarik pada agama di dunia. Saya banyak membaca buku tentang subyek itu,” kata Senderos pada Arsenal Magazine” . Pada saat itulah, lantaran ia sering mengkaji persoalan keagamaan dan mempelajarinya, hidayah datang menghampirinya saat ia berada di kota Manchester. Islam membenam di kalbu Senderos. Syahadat bergema di langit kota Manchester, setelah terlebih dahulu menembus langit-langit gedung Islamic Centre di Inggris itu.
Philippe Sylvain Senderos lahir di Jenewa, Swiss, pada 14 Februari 1985. Pesepak bola ini juga membela bendara Fulham di liga Primer Inggris sebagai bek tengah. Ia mengawali karirnya sebagai pemain yunior Servette, kemudian bermain untuk Arsenal, AC Milan, dan Everton. Setelah menjadi muslim, Senderos akan mencoba mengubah hidupnya dengan menjauhi kehidupan glamor, seks bebas dan minum alkohol yang biasanya banyak dilakoni pesepakbola Eropa.
Frederic Kanoute
Frederic Kanoute mungkin satu-satunya pemain paling berani membela agama Islam di Eropa. Saat masih bermain di Sevilla, secara tegas ia menolak untuk memakai seragam klub tersebut yang waktu itu disponsori oleh rumah judi.Pada suatu pertandingan, Ia pernah menutupi sponsor rumah judi tersebut dengan plester warna hitam sebagai wujud protes kepada klub yang masih disponsori oleh rumah judi.
2009-1-7-kanoute-palestina (Small)
Kanoute terlahir dengan nama Frederic Oumer Kanoute di Sainte-Foy-les-Lyon, 2 September 1977. Walaupun lahir di Prancis, tapi Kanoute lebih dekat dengan negara asal kedua orang tuanya, yaitu Mali. Ini karena ikatan Islam yang melekat dalam dirinya. Karir sepakpolanya berawal dari klub Prancis bernama Lyon. Lalu tahun 2000, Kanoute direkrut oleh salah satu klub liga Inggris, West Ham United. Karena prestasinya yang bagus di klub tersebut, pada tahun 2002, ia pun hijrah ke Tottenham Hotspur. Namun karir cemerlang Kanoute semakin nampak cemerlang saat ia mulai bermain untuk Sevilla, klub Spanyol. Di club ini, kecuali musim pertamanya dan musim 2008-2009, Kanoute selalu mencetak gol lebih dari 20 gol setiap musimnya. Jumlah yang hanya bisa diraih segelintir penyerang saja.
Dalam kondisi apapun, Kanoute tetap menjalankan kewajibannya untuk sholat. Tak jarang ia solat di kamar ganti dan disaksikan teman-temannya. Awalnya ritual itu membuat heran sesama pemain yang memang notabene non-muslim. Namun, lama kelamaan, hal itu menjadi pemandangan yang biasa. Bahkan rekan-rekannya di Sevilla memberikan toleransi yang besar kepada Kanoute untuk melaksanakan keyakinannya.
Jika Ramadhan mendatang, Kanoute tetap menjalankan ibadah puasa. Baik ketika latihan ataupun bertanding. Namun khusus berlatih, pelatih fisik memberikan kelonggaran kepada Kanoute untuk berlatih tidak secara penuh. Sedangkan dalam pertandingan, Kanoute tetap bermain penuh dan profesional . Untungknya, pertandingan Liga Spayol lebih banyak dimainkan pada waktu malam hari, terutama untuk klub-klub besar.
Simpati Kanoute
Kanoute tercatat sebagai satu-satunya pesepakbola yang menyampaikan simpati dan dukungannya kepada Palestina saat Gaza diobrak abrik Israel. Hal itu ia tunjukkan dengan cara membuka bajunya untuk memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan “Palestine” dalam pertandingan Sevilla melawan Deportivo La Coruna. Kanoute memang dikenal dengan muslim yang taat. Pada tahun 2007 misalnya, pemain terbaik Afrika 2007 ini pernah memberikan gajinya selama setahun sebesar 700.000 dolar AS atau sekitar Rp. 7 miliar untuk menyelamatkan mesjid terakhir yang ada di Sevilla. Mesjid tersebut sedianya akan dijual karena populasi muslim di Kota tersebut mulai punah. Pemerintah setempat pun akhirnya memberi nama tempat ibadah tersebut sesuai dengan sang pembeli.
“Jika tidak ada Kanoute, kami tidak akan beribadah pada hari Jumat lagi. Dimana itu adalah hari suci bagi umat Islam, tukas wakil dari komunitas Islam Spanyol, sesaat setelah Kanoute memberi mesjid tersebut.
Sumber : Hidayat

8 Cara Membentengi Rumah dari Setan

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian maka jadikanlah dia sebagai musuh.”(QS. Fathir : 6)
Ayat diatas jelas bahwa setan merupakan musuh yang nyata bagi kita. Yang namanya musuh tentu selalu berupaya mencari celah untuk mencelakakan orang yang dimusuhinya. Salah satu target utama setan adalah merusak sebuah keluarga, menghancurkan ikatan diantara anggota-anggotanya. Lalu apa yang kita lakukan untuk dapat menjaga keluarga kita di rumah dari serangmusuh-musuh kita ini ?
Di antara perkara yang bisa kita lakukan untuk membentengi rumah kita adalah :
1. Mengucapkan salam ketika masuk rumah dan banyak berzikir, baik di rumah ada orang atau tidak.
Apabila kalian masuk ke rumah-rumah maka ucapkanlah salam (kepada penghuninya yang berarti memberi salam) kepada diri-diri kalian sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberkahi lagi baik.”(An-Nur :61)
2. Berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika makan dan minum
Bezikirlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengusir setan dari rumah kita sehingga tidak dapat menyertai kita saat makan dan tidur. Sementara, lalai dari zikrullah akan memberikan kesempatan emas bagi setan karena ia mendapati tempat menginap plus makan malamnya. Tentunya setan ini tidak sendirian. Bersamanya ada kawan-kawannya, gerombolan setan, karena setan mengucapkan ucapan demikian kepada teman-teman, pembantu-pembantu, dan sahabatnya. (Al-Minhaj, 11/191)
8 Cara Membentengi Rumah dari Setan
3. Perbanyak membaca Al-Qur’an dalam rumah
Al-Qur’anul Karim akan mengharumkan rumah seorang muslim dan akan mengusir setan. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita untuk membaca surat aq-Baqarah untuk mengusir setan, Beliau bersabda :
“Sesungguhnya segala sesuatu ada puncak dari Al-Qur’an adalah surah Al-Baqarah. Sungguh setan bila mendengar dibacakannya surah Al-Baqarah, ia akan keluar dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tersebut.”(HR. Al-Hakim, dihasankan Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 588)
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surah Al-Baqarah.”(HR. Muslim no. 1821)
8 Cara Membentengi Rumah dari Setan
4. Banyak melakukan shalat nafilah/sunnah di rumah
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Seharusnya bagi kalian untuk mengerjakan shalat di rumah-rumah kalian karena sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya terkecuali shalat wajib.”(HR. Al- Bukhari no 731 dan Muslim no 1822).
Al Imam AN-Nawawi rahimahullahu berkata,”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan hasungan untuk mengerjakan shalat nafilah (sunnah) di rumah , karena hal itu lebih ringan dan lebih jauh dari riya, lebih menjaga dari perkara yang dapat membatalkannya. Juga dengan mengerjakan shalat nafilah di rumah akan memberi keberkahan bagi rumah tersebut. Akan turun rahmah di dalamnya, demikian pula para malaikat. Sementara setan akan lari dari rumah tersebut.”(Al-Minhaj,6/309)
5. Membersihkan rumah dari suara setan
Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Benar-benar akan ada sekelompok orang dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik…Maka di malam harinya, Allah SWT azab mereka dengan ditimpakannya gunung tersebut kepada mereka atau diguncang dengan sekuat-kuatnya. Sementara yang selamat dari mereka, Allah SWT ubah menjadi kera-kera dan babi-babi hingga hari kiamat.”(HR. Al Bukhari no. 5590)
Dari penjelasan d atas, jelaslah bagi kita haramnya nyanyian sebagai suara setan. Maka bila dalam sebuah rumah selalu disenandungkan lagu-lagu dan diputar musik, niscaya setan akan menempati rumah tersebut.
6. Membuang lonceng dari rumah
Bila sekiranya di rumah kita ada lonceng-lonceng yang digantung serupadengan naqus/lonceng gereja dalam hal suara ataupun oodel/bentuknya, walaupun tujuan kita hanya sebagai hiasan, maka singkirkanlah. karena Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadist yang disampaikan Abu Hurairah radhiyallahu’anhu :
“Lonceng itu adalah seruling setan.”(HR. Muslim no 5514)
7. Tidak menempatkan gambar dan patung di dalam rumah
Gambar dan patung yang dimaksudkan disini adalah yang berupa/ berbentuk makhluk bernyawa (hewan manusia). Gambar dan patung seperti ini harus disingkirkan dari rumah, terkecuali boneka untuk mainan anak perempuan, demikian kata Al-Qadhi rahimahullah.(Al-Minhaj, 14/308)
Makhluk Allah SWT yang mulia, para malaikat, tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar dan patung. Sementara seperti yang telah kita katakan, bila para malaikat keluar dari rumah, niscaya yang bersarang di dalam rumah tersebut adalah para setan karena rumah itu adalah rumah yang buruk.
8. Tidak memelihara anjing atau membiarkan anjing masuk ke dalam rumah
Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan :
Jibril berjanji kepada Rasulullah SAW untuk mendatangi beliau di suatu waktu. Maka tibalah waktu tersebut namun ternyata Jibril tak kunjung datang menemui beliau. Ketika itu ditangan beliau ada sebuah tongkat, beliau melemparkan tongkat tersebut dari tangan beliau seraya berkata,”Allah dan para utusannya tidak akan menyelisihi janjinya. Beliau lalu menoleh dan ternyata di bawah tempat tidur ada seekor anjing kecil. Beliau lalu menyuruh anjing itu dikeluarkan. Setelah itu datang Jibril. Rasulullah SAW berkata,”Engkau berjanji kepadaku untuk datang di waktu tadi, aku pun duduk menantimu namun ternyata engkau tidak kunjung datang. Jibril memberi alasan, anjing yang tadi berada dalam rumahmu mencegahku untuk masuk karena sungguh kami tidak akan masuk ke sebuah rumah yang di dalamnya ada anjing dan tidak pula masuk ke rumah yang ada gambar”.( HR. Muslim no. 5478)
sumber : Al-Huda

Keindahan dan Keutamaan Qiyamul Lail

Keindahan dan Keutamaan Qiyamul Lail
Qiyamul lail atau yang biasa disebut juga sholat tahajjud atau sholat malam adalah salah satu ibadah yang agung dan mulia , yang disyari'atkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai ibadah nafilah atau ibadah sunnah. Akan tetapi seseorang hamba mengamalkannya dengan penuh kesungguhan, maka ia memiliki banyak keutamaan. Berat memang, karena memang tidak setiap muslim sanggup melakukannya. 
Andaikan kita tahu keutamaan dan keindahannya, tentu kalian akan berlomba-lomba untuk menggapainya. Benarkah ? Memangnya apa sih keutamaan Qiyamul Lail ? Penasaran ?? Ayo kita lihat .

Pertama : Barang siapa menunaikannya, berarti ia telah mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana dalam firman-Nya :"Dan pada sebagian malam hari, sholat tahajjudlah kamu sebagai ibadah nafilah bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji (Al-Isro :79). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda :"Sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu adalah qiyamul lail ( sholat di tengah malam)." (Muttafaqun 'alaih).

Kedua : Qiyamul lail itu adalah kebiasaan orang-orang shalih dan calon penghuni surga. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman : "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan, (yakni) mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)."(Adz-Dzariyat: 15-18).

Ketiga : Siapa yang menunaikan qiyamul lail itu, dia akan terpelihara dari gangguan setan, dan ia akan bangun di pagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Sebaliknya, siapa yang meninggalkan qiyamul lail, ia akan bangun di pagi hari dalam keadaan jiwanya terlilit kekalutan (kejelekan) dan malas untuk beramal sholih. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga menceritakan :"Setan mengikat pada tengkuk setiap orang diantara kalian dengan tiga ikatan (simpul) ketika kalian akan tidur. Setiap simpulnya ditiupkanlah bisikannya (kepada orang yang tidur itu):"Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak."Maka apabila (ternyata) ia bangun dan menyebut nama Allah Ta'ala (berdoa), maka terurailah (terlepaslah) satu simpul. Kemudian apabila ia berwudhu, terurailah satu simpul lagi. Dan kemudian apabila ia sholat, terurailah simpul yang terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak (yakni tidak bangun sholat dan ibadah di malam hari), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shalih)."(Muttafaqun 'alaih).


Keempat : Ketahuilah, di malam hari itu ada satu waktu dimana Allah SWT akan mengabulkan doa orang yang berdoa, Allah akan memberi sesuatu bagi orang yang meminta kepadaNya dan Allah akan mengampuni dosa-dosa hambaNya bila ia memohon ampunan kepadaNya. Hal itu sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah dalam sabda beliau "Di waktu malam terdapat satu waktu dimana Allah akan mengabulkan doa setiap malam (HR Muslim No.757).

Inilah beberapa keindahan dan keutamaan qiyamul lail. Sungguh, akan merasakan keindahannya bagi orang yang memang hatinya telah diberi taufik oleh Allah Ta'ala, dan tidak akan merasakan keindahannya bagi siapapun  yang dijauhkan dari taufik-Nya. 

Mudah-mudahan kita semua termasuk diantara hamba-hambaNya yang diberi keutamaan menunaikan qiyamul lail secara istiqamah. Aamiin.

sumber : Al-kindi