Blog ilmu bayoe ini tempat berbagi informasi seputar farmasi, kesehatan, dan lain-lain

Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Bertahanlah Untuk Tetap Setia

Burng betina ini tertabrak mobil karena terbang menukik terlalu rendah. Ia terkapar tak berdaya. Beberapa kali, dengan penuh cinta, sang jantan embawakan kekasihnya makanan. Lagi, ia membawakan makanan tapi sang betina telah meninggal.

Jantan itu mencoba menggerakkan tubuh pasangannya untuk memastikan apa yang terjadi. Sadar bahwa belahan hatinya telah tiada dan tak akan kembali, ia berkicau keras meratapi kepergian pasangannya, tanpa beranjak dari jasad kaku sang kekasih.

Jutaan orang di dunia menangis usai melihat rangkaian gambar yang dibidik seorang wartawan ini. Si wartawan menjual foto-foto tersebut ke salah satu korang terbesar di Prancis. Seluruh eksemplar koran tersebut  habis terjual ketika gambar-gambar ini dimuat.

Kesetiaan memang menyentuh relung hati, tak peduli siapa pelakunya. Bahkan, kisah Hachiko, anjing yang sangat setia menanti tuannya selama 10 tahun di Stasium KA Shibuya, Tokyo, sangat melegenda. Hachiko tidak tahu bahwa Profesor Ueno, tuannya, telah meninggal di kampus tempatnya mengajar. Ia terus menjemput “tuannya yang hilang” selama bertahun-tahun sampai ajalnya sendiri tiba. Patung tembaga Hachiko sekarang jadi monumen ‘kesetiaan’ di stasiun tersebut.

Kisah kesetiaan, apalagi harus berakhir dengan perpisahan, selalu membuat air mata merebak. Tapi kenapa kita harus mengambil ilustrasi hewan sebagai ‘wajah’kesetiaan ? sebab, bila dilakukan manusia, tentulah wajar. Manusia punya akal dan nurani. Sedangkan hewan, yang hanya memiliki hawa nafsu ? dari mana mereka belajar arti setia ?

Namun, disanalah masalahnya. Sesuatu yang wajar ternyata tidak otomatis mudah didapat. Kesetiaan manusia sering tercampuri oleh berbagai kepentingan untung rugi, Karena akalnya tahu untung itu enak dan rugi itu tidak enak. Keuntungan versi pikiran seringkali mengalahkan nurani. Jadilah kesetiaan semakin sulit ditemui dalam jiwa manusia kini.

Padahal orang yang sangat tidak setia sekalipun, tetap ingin diberi kesetiaan. Bahkan Allah SWT saja sangat gembira mendapati hamba-Nya yang kembali setia pada-Nya, melebihi kegembiraan seorang musafir yang menemukan kembali untanya yang hilang.

Kesetiaan cepat atau lambat akan melahirkan banyak kebaikan. Ia bisa menumbuhkan semangat, cinta, rindu, kepercayaan diri, dan loyalitas seseorang untuk kita. Bahkan kepedihan pun akan menjadi sangat agung, ketika takdir menentukan kesetiaan harus terpisahkan oleh maut.

“Bahwasanya orang-orang yang bejanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar. “ (QS. Al. Fath : 10).

Jika memang ganjaran kesetiaan begitu indah, mengapa harus sulit untuk bersikap setia ?

Bukan hn=anya bagi pasangan, orangtua yang tak pernah pamrih, perusahaan yang memberi gaji walau kerja kita tidak maksimal, negara tempat kita berpijak, bahkan Tuhan Alam Semesta menanti kesetiaan kita dengan imbalan yang tidak tanggung-tanggung yaitu kenikmatan hidup di dunia dan di akhirat.

Mari berusaha setia pada janji yang pernah di cetus, pada kebaikan prilaku yang telah kita rintis, dan pada kemuliaan ibadah yang mulai meningkat. Sehingga tak pernah akan terucap dari lisan kita,’dulu ibadahku (atau kecintaanku padanya) lebih baik dari sekarang.

“Sesungguhnya shalatku, ketaatanku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah Tuhan Semesta Alam. “(QS. Al-An’am :162)

Bertahanlah Untuk Tetap Setia

Penulis : Meutia Geumala

Jadilah Hamba Allah yang Pandai Bersyukur

Sudah banyak kenyataan yang kita lihat dengan mata kepala kita sendiri bahwa sungguh banyak sekali umat manusia yang sudah terpedaya dengan kenikmatan dunia ini. Tetapi tahukah kamu bahwa dunia ini tiada bernilai di sisi Allah SWT Sampai Rasulullah berkata :

"Seandainya dunia ini di sisi Allah punya nilai setara dengan sebelah sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum  seorang kafir seteguk air pun." (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani).

Maka kita dapat lihat di dunia ini banyak sekali orang jahat, ingkar kepada Allah SWT dan Rasul-Nya namun ia memiliki kekayaan dan jabatan yang tinggi. Sebaliknya, banyak hamba yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya tidak beroleh dunia kecuali sekedarnya. 

Mungkin kita termasuk orang yang mendapatkan dunia sekedarnya, tidak seperti yang diperoleh orang-orang sekitar kita, yang mungkin punya rumah mewah, mobil gonta-ganti, perabotan yang wah, dan jabatan yang empuk. Kekurangan yang ada pada kita dari sisi lain seharusnya tidak perlu membuat dada kita sempit sehingga kita berburuk sangka kepada Allah Yang Maha Adil.

Nabi Muhammad SAW berkata :
"Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian dan jangan melihat orang yang lebih di atas kalian. Yang demikian ini (melihat ke bawah) akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kalian.” (HR. Muslim).

Dari hadist diatas memberi suatu pelajaran bagi kita agar selalu melihat kebawah dalam perkara dunia dan jangan melihat kepada orang yang melebihinya. Karena dengan demikian akan membuatnya berkeluh kesah, sempit dada, dan tidak bersyukur dengan apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Sebaliknya dalam perkara agama/akhirat, seseorang muslim harusnya melihat keatas, kepada orang yang lebih darinya dalam beramal ketaatan, dan keshalihan an ketakwaan sehingga ia terpacu untuk terus menambah ketaatan dan amal ibadah. 
 Jadilah Hamba Allah yang Pandai Bersyukur

Rasulullah SAW telah memberikan nasihat yang akan mengobati penyakit yang mungkin ada di dalam dada, maka amalkanlah. Selalu melihat orang yang kekurangan dan lebih susah daripada kita.
Lihatlah..Allah SAW telah memberikan tempat tinggal yang menaungi kita setiap harinya walau rumah yang sederhana, maka bersyukurlah kerena masih banyak orang yang yang tidak seberuntung kita, dimana mereka terpaksa tidur di emperan toko, di kolong jembatan, dan di dalam rumah-rumah kardus.

Lihatlah dan tengoklah selalu kepada orang yang hidupnya lebih sulit daripada kita, dengan begitu kita dapat mensyukuri nikmat Allah SWT yang diberikan-NYa kepada kita.


Kekuatan pada si Lemah

Berapa beban paling berat yang bisa diangkat manusia ? Orang biasa yang tak terlatih, paling hanya mampu mengangkat beban 50-60 kilogram. Sedangkan atlet angkat berat bisa mengangkat lebih dari 300 kilogram. Itupun hanya mampu beberapa detik saja.

Dengan kemampuan seperti itu, manusia sesungguhnya tidak lebih kuat dari dua makhluk Allah berjenis serangga. Mari kita berkenalan dengan dua spesies serangga yang istimewa, Semut Atta dan kumbang badak.

Semut Atta adalah semut pemotong daun. Mereka mengumpulkan daun-daun untuk memenuhi kebutuhan makanan koloninya. Namun, mereka tidak memakan daun begitu saja. Mereka menggunakan daun untuk media menanam jamur. Jamur inilah yang menjadi makanan koloni semut.

Kumbang badak adalah kumbang yang memiliki semacam cula di kepalanya. Kumbang ini hidup di pucuk pohon kelapa, pinangm dan jenis palem lainnya. Diantara jenis kumbang, kumbang badak tergolong jenis yang terbesar.

Lalu, apa keistimewaan kedua serangga ini ?

semut atta

Kedua serangga tersebut adalah binatang terkuat di dunia. Ya, serangga-serangga tersebut mampu mengangkat beban yang beratnya jauh melebihi berat tubuhnya sendiri.

Kumbang badak sanggup menarik benda yang beratnya 850 kali berat tubuhnya, atau disetarakan dengan manusia, maka sama dengan manusia yang mampu mengangkat dua buah tank sekali angkat. Sedangkan semut Atta pemakan daun mampu mengangkat beban yang beratnya 50 kali berat tubuhnya. Setara dengan manusia yang mampuu mengangkat sebuat truk kontainer seberat 5 ton. Bandingkan dengan gajah, hewan yang besar dan kuat, namun “hanya” mampu mengangkat beban seberat 3 kali berat tubuhnya.

Inilah kemurahan dan rahmat dari ALlah kepada Mahluk-Nya. Semut daun diberi kekuatan luar biasa agar lebih mudah dan cepat dalam mengumpulkan daun-daun, sekaligus tak akan berbahaya karena ukurannya yang kecil. Andai saja gajah mampu sekuat semut, tentu sangat berbahaya, karena kekuatannya menjadi sangat luar biasa.

Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasan Allah untuk orang beriman. Dan pada penciptaan kamu dan oada hewan melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang menyakini (surat Al-Jatsiyah:3-4).

Bicara Dengan Bahasa Hati

Tidak ada musuh yang tidak dapat ditaklukan oleh cinta.

Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan kasih sayang

Tidak ada permusuhan yang tidak dapat dimaafkan dengan ketulusan.

Tidak ada kesulitan yang tidak dapat dipecahkan dengan ketekunan.

Semua itu haruslah berasal dari hati anda. Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.

Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan berapa tajam otak Anda, namun juga betapa lembut hati Anda dalam menjalani segala sesuatunya.

Anda tidak akan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau membujuknya dengan gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada Anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan Anda.

Bicara Dengan Bahasa Hati

Katakan Cinta Sekarang Juga

Jangan menunda-nunda. Kita tidak tahu kapan ajal menjemput kita atau orang yang kita cintai.

Suatu hari, istri saya mengajak seorang wanita pergi makan malam dan menonton bioskop. “Aku mencintaimu. Tapi aku sadar ada seorang wanita lain yang juga mencintaimu dan tentunya sesekali ingin mengobrol denganmu,”begitu alasannya. Wanita itu ibuku sendiri, yang telah menjanda selama 19 tahun. Bukannya aku tidak ingin sering-sering menengok beliau. Persoalannya klise saja, kesibukan kerja dan membesarkan tiga anak membuatku begitu sibuk sehingga hanya bisa sesekali menengok beliau. 

Maka ku telepon dia. Reaksinya mengejutkan.”Ada apa ini ? Apakah ada masalah ? Keluargamu baik-baik saja kan ?”tanya ibu, yang memang tipe ibu yang pasti terkejut bila menerima telepon di malam hari, apalagi dari putranya. Dia menduga pasti ada masalah ataupun musibah.

“Kami semua baik-baik saja. Aku cuma ingin mengajak ibu jalan-jalan, makan malam lalu nonton bioskop. Sudah lama kita tidak pernah jalan-jalan berdua saja,” aku cepat-cepat menenangkan hatinya. Ibuku sempat terdiam sejenak. Mungkin beliau terheran-heran mendengar tawaran jalan-jalan yang sangat di luar kebiasaan ini.”Ibu senang sekali bisa jalan-jalan bersamamu,”begitu jawabannya.

Jum’at malam aku jemput ibuku. Aku merasa sedikit canggung. Ketika aku tiba, Ibu sudah menunggu di depan pintu mengenakan pakaiannya yang terindah. Beliau sungguh cantik. Senyumnya sumringah seperti bidadari di mataku.

“Ibu beritahu semua teman ibu bahwa malam ini ibu akan jalan-jalan, makan malam, dan nonton bioskop denganmu. Teman-teman sangat senang mendengarnya, dan sudah tidak sabar mendengar cerita ibu tentang acara jalan-jalan kita ini,”katanya sambil tersenyum gembira.

Kami memilih sebuah restoran yang suasananya menyenangkan, meski bukan yang termahal. Ibu memeluk lenganku dan berjalan anggun bak seorang First Lady. Kami duduk dan aku mulai membaca menu. Sejurus aku berhenti dan mendongak, dan kudapati ibu sedang memandangiku. Sebuah senyum nostalgia tersungging di bibirnya.

“Dulu waktu kamu kecil, ibu yang membacakan menu,”katanya. “Ya, sekarang gantian aku yang membacakan,” jawabku. Kami mengobrol ringan tentang segala macam hal. Malam itu, dengan hati gembira, aku mengantarkannya pulang. “Kapan-kapan, kita jalan-jalan lagi ya, tapi ibu yang teraktir.”

Beberapa hari sesudahnya, ibuku wafat. Serangan jantung. Sebuah kematian yang sungguh tiba-tiba sehinga aku merasa seakan dilanda badai dan gempa di malam hari. Beberapa hari kemudian, aku menerima amplop berisi fotokopi voucher dari restoran tempat kami makan malam yang penuh kenangan itu. Voucher tersebut juga disertai dengan cacatan dari ibuku yang mengatakan,” giliran ibu yang mentraktirmu dan istrimu makan malam di “restoran kita”. Ibu tidak tahu apakah ibu akan masih punya waktu untuk pergi bersama kalian. Mungkin kamu tidak tahu, betapa ibu sangat bahagia berkesempatan makan malam berdua dengan putra ibu. Ibu sayang padamu ,nak”.

Saat itu aku baru menyadari bertapa berarti ucapan “aku sayang padamu”. Aku memutuskan untuk tidak lagi menunda-nunda mengatakannya kepada keluarga dan orang-orang yang paling kucintai.

Katakan Cinta Sekarang Juga

sumber : seorang wartawati Al Jazeera di Doha, Qatar yang berasal dari Cape Town, Afrika Selatan.

Indahnya Memaafkan Orang Lain

Kamu pernah kesal dengan bapak, ibu, adik, atau teman yang sudah membuat kamu memutuskan untuk tidak akan memaafkan mereka selamanya ? Tunggu dulu, efeknya tidak akan bagus dan merugikan diri kita sendiri. Perasaan tidak rela memang menjadi alasan pelitnya seseorang memberi maaf. Alasan lain biasanya menyangkut gengsi dan merasa kalah. Selanjutnya memberi maaf erat kaitannya dengan hitung-hitungan atas luka dan kekecewaan yang ditimbulkan dari sebuah kesalahan.
Memaafkan kesalahan orang lain ternyata mempunyai dampak psikologi yang cukup hebat. Memaafkan itu tidak hanya bermanfaat bagi orang yang kita maafkan, tetapi sesungguhnya proses memaafkan dapat dimaknai sebagai pembebasan diri dari penyakit hati. karena penyakit hati tidak hanya menggrogoti diri secara fisik, tapi juga psikis. Mengapa, karena semakin kerelaan memberi maaf itu dibendung, maka makin menumpuklah sel-sel emosi yang membuat kamu tertekan dan hidup kamu menjadi tidak nyaman.

Ada beberapa hal untuk belajar memaafkan orang lain ?

Indahnya Memaafkan Orang Lain
1. Introspeksi diri
Introspeksi diri perlu dilakukan, Apakah kita juga pernah membuat orang lain sangat marah, kecewa, atau dendam sehingga membuat orang lain juga berbuat demikian dengan kita. Jangan sampai gajah dipelupuk mata tak tampak sedangkan semut diseberang laut terlihat dengan jelas. Evaluasi juga tingkah kita sehari-hari apakah menyakiti orang lain atau tidak. Kalau prilaku kita saja masih suka menyakiti hati orang, maka jangan heran kalau orang lain juga bersikap demikian.

2. Belajarlah dari orang lain
Sudah banyak orang-orang yang disakiti dengan orang lain lebih dari yang kita rasakan tapi mereka tapi mereka begitu berbesar hati memberi maaf. Jika kamu merasa sungkan untuk bertanya pada person kamu bisa membaca buku. Buku-buku psikologi yang dijual ditoko buku banyak yang mengupas tentang hal yang satu ini. Pengalaman-pengalaman dari banyak orang di berbagai belahan dunia memaafkan orang lain bisa jadi sumber inspirasi buat kita untuk berbuat hal yang sama.

3. Berlatih memaafkan dari hal-hal yang kecil
Dari bangun tidur sampai tidur lagi kita pasti berinteraksi dengan orang lain., baik itu dengan orang yang kita kenal ataupun dengan orang asing. Misalnya, ketika naik angkot, kita bertemu dengan orang-orang yang sebelumnya mungkin tidak kita kenal.Ketika naik angkot itu mungkin ada salah satu dari mereka berbuat salah pada kita, misalnya menginjak kaki, atau muntah pas didepan muka. Pasti kita marah dan kesal. Itu hanya contoh kecil , banyak peristiwa lain yang tentu saja sering kamu hadapi. Melalui pengalaman-pengalaman seperti itulah kita bisa belajar banyak untuk memaafkan orang lain. Hal-hal kecil bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga, jadi jangan dianggap remeh.
Indahnya Memaafkan Orang Lain


4. Bersikap Adil
Sebelum kita menghakimi orang sudah membuat kesalahan besar dan tidak termaafkan lagi maka buat daftar dulu kesalahan dan kebaikan dia. Jangan sampai kesalahan yang hanya sekali menghapuskan banyak kebaikannya. Nggak adil kan ?

5. Shalat
Shalat adalah cara yang efektif untuk merendam rasa marah. Setelah membasuh muka dengan air wudhu perasaan akan menjadi lebih tenang. Stress yang ada akan mengendor. Ketika kita sulit untuk memberi maaf pada orang lain cobalah berkomunikasi dengan Allah lewat sholat. Pasti kamu akan segera menemukan jalan terbaik untuk memaafkan kesalahan orang lain. Allah saja memaafkan dosa-dosa besar kita, masak kita tidak bisa mencobanya. Percayalah memaafkan orang lain merupakan sesuatu yang indah.  Selamat mencoba.
Indahnya Memaafkan Orang Lain



Nasehat Untuk Anak Agar Berbakti Pada Kedua Orang Tua

Sebelumnya saya telah memposting mengenai nasehat untuk orang tua dalam mendidik anak-anak mereka. Sekarang saatnya saya memberikan beberapa nasehat untuk anak- anak agar berbakti pada kedua orang tuanya.
Berikut nasehat-nasehat yang wajib anak-anak ketahui untuk berbakti kepada orang tua :

1. Berbicaralah kepada kedua orang tuamu dengan sopan santun. Jangan mengucapkan "AH" kepada mereka, jangan menghardik mereka, dan berkatalah kepada mereka dengan ucapan yang baik.
2. Taati selalu kedua orang tua selama tidak dalam maksiat, karena tidak ada ketaatanpada makhluk yang bermaksiat kepada Allah.
3. Berlemah-lembutlah kepada kedua orang tuamu. Jangan bermuka masam didepannya dan jangan memelototi mereka dengan marah.
4. Jaga nama baik, kehormatan dan harta benda kedua orang tua. Jangan mengambil sesuatu tanpa seizin keduanya.
5. Lakukan hal-hal yang meringankan keduanya meski tanpa perintah. Seperti berkhidmat, membelikan beberapa keperluan, dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu.
6. Musyawarahkan semua pekerjaanmu dengan orang tua dan mintalah maaf kepada mereka jika harus berselisih pendapat.
7. Segera penuhi panggilan mereka dengan wajah tersenyum sambil berkata, ada apa bu ? ada apa pak ?
8. Hormati kawan dan sanak kerabat mereka ketika mereka masih hidup dan sesudah mati
9. Jangan bantah mereka dan jangan persalahkan mereka. Usahakan menjelaskan sesuatu yang benar dengan sikap sopan.
10. Jangan bantah mereka, jangan keraskan suara atas mereka, dengarkan pembicaraanya, bersopan santun terhadap mereka, dan jangan ganggu saudaramu untuk menghormati kedua orang tuamu.
11. Bangunlah jika kedua orang tuamu masuk ketempatmu dan ciumlah kepada mereka.
12. Bantulah ibumu dirumah dan jangan terlambat membantu ayahmu di dalam pekerjaannya.
13. Jangan pergi jika mereka belum memberi izin meski untuk urusan penting. Jika terpaksa untuk pergi maka mintalah maaf kepada keduanya dan jagan sampai memutuskan surat menyurat dengannya.
14. Jangan masuk ketempat mereka kecuali setelah mendapat izin terutama pada waktu tidur dan istirahat mereka.
15.  Jika kamu tergoda untuk merokok, maka jangan merokok didepan mereka.
16. Jangan makan sebelum mereka dan hormatilah mereka dalam makanan dan minuman.
17. Jangan berbohong dengan mereka dan jangan mencela mereka jika mereka berbuat yang tidak menarik anda.
18. Jangan utamakan istrimu atau anakmu atas mereka. Mintalah restu dan ridho mereka sebelum melakukan sesuatu. Karena ridho Allah terletak kepada ridho kedua orang tua dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan mereka.
19. Jangan duduk ditempat yang lebih tinggi dari mereka dan jangan menselonjorkan kedua kakimu dengan congkak di depan mereka.
20. Jangan congkak terhadap nasib ayahmu meski engkau seorang pegawai tinggi, dan usahakan tidak pernah mengingkari kebaikan mereka atau menyakiti mereka meski hanya dengan 1 kata.
21. Jangan kikir untuk menginfakkan harta kepada mereka sampai mereka mengadu padamu dan itu merupakan kehinaan bagimu dan itu akan kamu dapatkan balasannya dari anak-anakmu. Apa yang kamu perbuat akan mendapat balasan.
22. Perbanyaklah melakukan kunjungan kepada kedua orang tuamu dan memberikan hadiah, sampaikan terima kasih atas pendidikan dan jerih payah mereka, dan ambillah ibarat dari anak-anakmu dan kesulitan-kesulitan selama bersama mereka.
23. Orang yang paling berhak mendapatkan penghormatan adalah ibumu, kemudian ayahmu. Ketahuilah bahwa surga berada ditelapak kaki ibu.
24. Usahakan untuk tidak menyakiti kedua orang tuamu dan menjadikan mereka marah sehingga kamu merana didunia dan akhirat dan anak-anakmu akan memperlakukan kamu sebagaimana kamu memperlakukan kedua orang tuamu.
25. Jika meminta sesuatu dari kedua orang tuamu maka berlemah lembutlah , berterima kasihlah atas pemberian mereka dan maafkanlah jika menolak permintaanmu serta jangan terlalu banyak meminta agar tidak mengganggu mereka.
26. Jika kamu sudah mampu mencari rezeki maka bekerjalah dan bantulah kedua orang tuamu.
27. Kedua orang tuamu mempunyai hak atas kamu dan istrimu mempunyai hak atas kamu, maka berilah hak mereka.
28. Jika ayahmu bertengkar dengar istrimu, maka bertindaklah bijaksana, dan berilah pengertian kepada istrimu bahwa kamu berpihak padanya jika ia benar, hanya kamu terpaksa harus menyakinkannya.
29. Jika kamu berselisih dengan kedua orang tuamu tentang perkawinan dan talak maka kembalikan pada hukum islam , karena hal itu merupakan penolong yang paling baik.
30. Doa orang tua untuk kebaikan dan kejelekan diterima Allah, maka hati-hatilah terhadap doa mereka untuk kejelekan.
31. Bersopan santunlah dengan orang karena barang siapa mencela orang maka orang akan mencacinya.
32. Kunjungilah kedua orang tuamu ketika masih hidup dan sesudah mati, bersedekahlah atas nama mereka dan perbanyaklah  doa untuknya.


Itulah nasehat-nasehat untuk anak agar berbakti kepada kedua orang tua. Jadi bagi yang merasa sebagai anak dari orang tuanya ,sayangilah kedua orang tuamu ketika meraka masih ada agar kau tidak menyesal ,dan tetaplah doakan mereka walau mereka tidak berada disampingmu lagi.

Nasehat Untuk Anak Agar Berbakti Pada Kedua Orang Tua
Nasehat ini dikutip tulisan M. Jamil Zino seseorang penulis bangsa arab kepada umat sebagai bimbingan kepada masyarakat.

Nasihat Untuk Orang Tua

Nasihat untuk Orang Tua :
1. Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia akan belajar memaki
2. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia akan belajar berkelahi
3. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia akan belajar rendah diri
4. Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia akan belajar menyesali diri
5. Jika anak dibesarkan dengan kebohongan, ia akan belajar untuk tidak percaya orang lain
6. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia akan belajar menahan diri
7. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri
8. Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia akan belajar menghargai
9. Jika anak dibesarkan dengan perlakuan yang baik, ia akan belajar keadilan
10. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia akan belajar menaruh kepercayaan
11. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia akan belajar menyenangi dirinya
12. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia akan belajar menemukan cinta dalam kehidupan
13. Jika anak dibesarkan dengan ketaatan beribadah, ia akan belajar mengenal Tuhannya.

Jadi untuk semua pasangan hidup yang akan mempunyai anak atau yang sudah mempunyai anak, besarkanlah anak-anak kalian dengan hal-hal yang positif, dari perkataan yang baik, prilaku yang baik ,dan ilmu yang baik, maka nantinya anak-anak anda akan menjadi jiwa yang baik untuk dirinya dan orang lain .
Nasihat Untuk Orang Tua